Budidaya & Pengadaan
Pasokan didukung oleh budidaya sendiri dan akses langsung ke komunitas petani tembakau lokal.

PT ASTIVA GLOBAL INDONESIA
Astiva mengembangkan tembakau melalui budidaya sendiri di Paiton, Probolinggo serta pengadaan langsung dari petani lokal Bondowoso dan Paiton, didukung proses grading yang ketat.
Divisi Komoditas Agro
Lini tembakau Astiva berakar pada keterlibatan langsung di sektor pertanian. Perusahaan menanam tembakau di Paiton, Probolinggo, serta melakukan pengadaan dari petani lokal di Bondowoso dan Paiton.
Lini komoditas ini dikelola dengan perhatian pada kondisi daun, penanganan, grading, dan kesesuaian untuk kebutuhan komersial.
Bisnis tembakau mencerminkan filosofi komoditas Astiva: dekat dengan sumber, memahami produk di level lapangan, dan membangun nilai melalui penanganan serta komunikasi yang lebih baik.

Operasional Tembakau
Kualitas tembakau dikelola melalui grading daun, keterkaitan budidaya, disiplin penyimpanan, dan persiapan lot sesuai kebutuhan pembeli.



Model Operasional
Pasokan didukung oleh budidaya sendiri dan akses langsung ke komunitas petani tembakau lokal.
Daun ditinjau berdasarkan kematangan, warna, tekstur, kebersihan, dan kesesuaian praktis.
Daun yang sudah digrading ditata dan ditangani untuk mendukung konsistensi, kebersihan, dan kerapian penyimpanan.
Astiva mendukung pembahasan dengan pembeli melalui spesifikasi, negosiasi, dan perencanaan pengiriman yang lebih jelas.
Standar Keunggulan Produk
Mutu tembakau dipengaruhi oleh kematangan daun, warna, tekstur, aroma, kebersihan, kondisi kelembapan, keutuhan fisik, dan pengalaman grader. Astiva menggunakan grading internal terstruktur untuk mendukung pencocokan dengan kebutuhan pembeli.
Acuan: praktik grading tembakau, konsep mutu tembakau bergaya SNI, dan spesifikasi pembeli. Grading tembakau sangat bergantung pada tipe produk dan kebutuhan pembeli.
Grading internal mendukung pemisahan lot dan pencocokan pembeli yang lebih baik.
Grading tembakau adalah proses berbasis visual, sensorik, dan penanganan.
Astiva menstrukturkan pembahasan bisnis berdasarkan spesifikasi produk, jadwal pasokan, kebutuhan kualitas, dokumentasi, ketentuan pengiriman, dan pengaturan pembayaran yang berkelanjutan.
Diskusikan kebutuhan pasokan